HCI 3

Interaksi Manusia Komputer (IMK)

          Pada awalnya pengembangan komputer lebih difokuskan pada peningkatan kemampuan dan kecanggihan peralatan komputer, sedangkan dari aspek manusia sebagai user kurang diperhatikan. Hal-hal sederhana seperti kenyamanan dan kemudahan dalam menggunakan komputer jarang diperhatikan.

          Pada kenyataan sebenarnya, faktor brainware sangat mempengaruhi kinerja sistem komputer itu sendiri. Apabila suatu teknologi lebih mudah dimengerti oleh user maka user dapat menggunakan teknologi itu dengan maksimal. Oleh karena itu, faktor interaksi manusia–komputer pun menjadi salah satu faktor yang sangat penting untuk dipertimbangkan.

          Pada kondisi dewasa ini, IMK mulai mendapatkan perhatian dari para perancang sistem. Aspek hubungan manusia-komputer mulai dipandang sebagai aspek penting. IMK mulai berkembang setelah PD II. Mula-mula ilmu yang berkaitan adalah biomekanik, antropometri, penelitian mengenai penglihatan, kemudian bergeser ke arah prinsip-prinsip pengembangan representasi informasi.

          Dalam perkembangan bidang-bidang kegiatan lain yang berhubungan dengan kajian IMK adalah:

    1. Ilmu komputer sebagai kerangka   dasarnya.
    2. Psikologi menyangkut tingkah   laku, persepsi, dan pemrosesan kognitif user
    3. Ergonomi (human aspect),   melihat aspek-aspek titik kenyamanan user sewaktu menggunakan sistem.
    4. Kebebasan melihat komunikasi   antara user-sistem.
    5. Sosiologi, meminjam dampak   sistem manusia-mesin pada sistem kemasyarakatan.
    6. Antropologi, mengamati interaksi   sekelompok manusia dengan mesin.
    7. Desain grafis, mengikuti tuntutan   user yang semakin lebih suka menggunakan grafis sebagai antarmuka dengan   mesin.

      Faktor-faktor penting dalam interaksi manusia-komputer antara lain:

    1. Kinerja manusia
    • Dalam hal ini mmenyangkut karakteristik dasar manusia dan keterbatasannya seperti fleksibilitas, ketrampilan, kesalahan, kecepatan, dll.  Beberapa aspek khusus tentang ini adalah pemilihan (seperti memodelkan pengguna), pelatihan (misalnya dalam pengambilan keputusan), user support (seperti problem solving).

    1. Kinerja sistem komputer
    • Karakteristik dasar dan keterbatasan sistem dengan memandang aspek khusus berkaitan dengan IMK seperti fasilitas bahasa, waktu respon sistem, sekuritas.

    1. Antarmuka perangkat keras
    • Display, kontrol, terminal, aplikasi ergonomi untuk desain workstation yang baik, kebutuhan manusia dan peralatan-peralatan baru.

    1. Antarmuka perangkat lunak
    • Media komunikasi non-perangkat keras, aspek IMK dari sistem linguistik dan bahasa, organisasi informasi.

    1. Lingkungan
    • Fisik: ruang workstation dan layout-nya, pencahayaan, suara, dsb. Psikologikal: pengaruh kelompok kerja, struktur pekerjaan (seperti shift kerja), struktur sistem (open / closed, rigid / flexible, dsb), keadaan sosial dan desain organisasi.

    1. Aplikasi spesifik
    • Pengguna spesialis, bisnis, naif, sistem publik.

    1. Problem spesial
    • Pengaruh IMK pada desain pekerjaan dan organisasi, serta masyarakat, privasi informaasi personal, kasus-kasus khusus, dokumentasi dan bantuan-bantuan lain, dsb.

          Pengembangan suatu sistem komputer harus dapat melakukan komunikasi yang nyaman dan mudah. Kendala yang sering terjadi disebabkan perilaku user yang tidak dapat dipastikan. Beberapa karakteristik manusia yang mempengaruhi interaksi manusia dengan sistem komputer, yaitu:

    1. Operasi Dedicated / casual   (apakah operasi yang dihadapi itu terus menerus atau bersifat satu kali   penggunaan)  jenis pekerjaan
    2. Mampu / tidak mampu melakukan   pemrograman
    3. Memiliki daya intelegensia   tinggi / kurang
    4. Terlatih / tidak terlatih
    5. Aktif /  pasif (aktif maksudnya   memulai interaktif, berinisiatif)
    6. Lingkungan pekerjaan bertekanan   atau tidak bertekanan (underpressure / dead line atau tanpa tenggat   waktu)
    7. Perbedaan usia yang mempengaruhi   perbedaan pengalaman, pengetahuan, kemampuan belajar dan adaptasi, kemampuan   fisik
    8. Perbedaan personalitas pengguna

          Teknik-teknik yang dapat digunakan dalam perancangan user interface agar lebih efektif, antara lain:

    1. Menu
    2. Pengisian formulir
    3. Bahasa perintah
    4. Bahasa alami
    5. Manipulasi langsung

          Dalam memilih teknik apa yang akan digunakan perlu diperhatikan faktor-faktor berikut :

    1. Siapa pemakai sistem
    2. Banyaknya aplikasi yang diterapkan   pada komputer yang sama
    3. Komunikasi dalam jaringan
    4. Kerumitan pekerjaan sistem
    5. Panjang operasi
    6. Urutan operasi
    7. Akurasi
    8. Sumber masukan
    9. Faktor-faktor lain seperti:   harga, hardware, kerumitan implementasi, dll.

          Dalam konteks interaksi, ada aturan yang dikenal dengan nama ‘7 Golden Rules’, yaitu:

    1. Konsistensi
    2. Keharmonisan kombinasi dengan   ekspresi yang singkat tapi powerfull, misalnya:
      • singkatan perintah
      • macro-command
      • cut & paste
      • undo-redo
      • nilai standar (default)
    1. Mengurangi beban kognitif
    1. Interaksi yang dikendalikan   user
    2. Fleksibel
    3. Dialog terstruktur
    4. Error Handling

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s